Remisi dan Pembebasan Bersyarat

Remisi dan Pembebasan Bersyarat
Administrator
Jumat, 10 Juli 2009 08:27
Hak narapidana untuk mendapatkan remisi kerap menjadi kontroversi di masyarakat, mulai dari keheranan seorang narapidana yang dinilai terlalu cepat bebas, hingga wacana pengebirian hak napi untuk memperoleh remisi tersebut.
Remisi adalah pengurangan masa hukuman yang biasanya diberikan saat hari-hari besar keagamaan dan hari kemerdekaan.

Selain remisi, proses yang juga kerap membingungkan masyarakat umum adalah Pembebasan Bersyarat (PB).

Apa dan bagaimana remisi dan PB tersebut diberlakukan, berikut cuplikan obrolan Santi Andriani dari beritabaru.com dengan Untung Sugiono, Dirjen Lapas Departemen Hukum dan HAM ditambah data pendukung dari Ditjen Lapas Depkumham;

Apa dasar hukum pemberian remisi?

Remisi dasarnya masih UU no12/95 bahwa setiap napi berhak mendapat remisi, kemudian diatur juga dalam PP32/28 diatur bahwa napi yang berkelakuan baik berhak dapat remisi, lalu diperkuat dengan Keppres 174/99.

Apa saja jenis remisi?

Sesuai Keppres 174/99 tentang jenis remisi ada remisi umum, khusus, tambahan, remisi dasawarsa. Remisi diberikan pada hari ultah kemerdekaan, hari raya keagamaan.

Apa itu remisi umum?

Remisi umum diberikan kepada narapidana pada setiap peringatan 17 Agustus telah menjalani pidana lebih dari 6 bulan, berkelakuan baik, tidak sedang dikenakan hukuman disiplin dan tidak dijatuhi pidana hukuman mati atau seumur hidup.

Bagaimana besaran remisinya?

Bagi napi yang telah menjalani pidana 6 sampai 12 bulan diberikan remisi 1 bulan, untuk yang lebih 12 bulan dapat 2 bulan, bagi yang sudah menjalani tahun kedua dapat 3 bulan, tahun ketiga 4 bulan, tahun keempat dan kelima dapat 5 bulan, tahun keenam dan seterusnya dapat 6 bulan.

Kalau remisi khusus?

Remisi khusus diberikan kepada napi yang merayakan hari besar keagamaannya, pada prinsipnya syarat yang berlaku sama dengan remisi umum.

Besaran remisinya?

Bagi napi yang telah menjalani pidana 6 sampai 12 bulan diberikan remisi 15 hari, untuk yang lebih 12 bulan, dan menjalani pidanannya pada tahun kedua dan ketiga dapat 1 bulan, pada tahun keempat dan tahun kelima dapat 1 bulan 15 hari, dan tahun keenam seterusnya diberikan remisi 2 bulan.

Remisi tambahan?

Remisi tambahan diberikan kepada napi karena berjasa kepada Negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi kemanusiaan, dan membantu kegiatan pembinaan (pemuka).

Besaran remisi tambahan?

Bagi yang berjasa kepada Negara dan perbuatan bermanfaat bagi kemanusiaan mendapat setengah dari remisi umum, sedangkan yang membantu kegiatan pembinaan sebagai pemuka diberikan 1/3 dari remisi umum.

Bagaimana dengan remisi dasawarsa?

Remisi ini diberikan kepada napi setiap 10 tahun HUT RI, adapun besarnya remisi yang diberikan adalah satu setengah dari masa pidana, maksimal 3 bulan.

Bagaimana dengan Pembebasan Bersyarat?

Perhitungan pemberian pembebasan bersyarat, dasarnya KUHP Pasal 15. Syarat-syaratnya diatur dalam PP32/99 dan PP 28/06. PB bisa diberikan setiap saat bagi yang sudah memenuhi persyaratan baik subtantif maupun administrasi.

Apa syarat-syaratnya?

Syarat subtantifnya sudah memenuhi 2/3 masa tahanan, sekurang-kurangnya sembilan bulan, berkelakuan baik, ada jaminan dari keluarga atau lingkungan bahwa dia bisa dibina di luar dan tidak akan mengulangi perbuatannya, narapidana menunjukkan mengikuti program kegiatan dan memiliki kesadaran sebagai orang yang bersalah. Namun memang ada perubahan perhitungan PB.

Seperti apa perubahannya?

PB perhitungan lama, diawali sejak inkraht (dieksekusi jaksa), sehingga walaupun sudah divonis oleh hakim tetapi belum dieksekusi JPU, belum dihitung dalam pemberian PB, CMB (Cuti Menjelang Bebas) atau CB (Cuti Bersyarat).

Perubahan lainnya?

Perubahan yang kedua, kalau dulu pidananya secara umum, misalnya pidana 4 tahun dikurangi masa tahanan, dikurangi remisi,  baru dihitung 2/3 tapi sejak inkraht, itu peraturan lama.

Yang sekarang, sebenarnya tidak jauh beda, tapi kan karena dulu keputusan tidak selalu di kurangi masa tahanan, sekarang dihitung sejak masa tahanan,jadi lebih simple.

Contohnya?

Misalnya saya dihukum 10 tahun, jadi perhitungannya 2/3 kali 10 tahun lalu hasilnya dikurangi remisi. Kalau dulu kan dihitung vonis dikurangi masa tahanan dikurangi remisi baru dikali 2/3. Kalau sekarang pidananya langsung dikali 2/3  baru dikurangi remisi. Ketemunya dihitung ketika sejak ditahan.

Kapan keputusan perubahan ini mulai berlaku?

Keputusan ini disetujui pada 2008.

Apa motivasi perubahan tersebut?

Sebetulnya lapas tidak menginginkan napi berlama-lama dipenjara. Ini juga ada pendekatan teknologi dan kriminologi bahwa orang di dalam LP berlama-lama akan menyebabkan gejolak. Orang yang makin lama di dalam LP tidak dikenalkan dengan dunia luar bisa menyebabkan ada gangguan jiwa, soal berapa kadarnya itu lain soal.

Ada hubungannya dengan pembinaan?

Iya, orang yang makin dikekang, makin menumpuk jiwa pemberontaknya, ada yang kelihatan ada yang tidak kelihatan. Nah pelariannya, bisa rebut dengan napi, atau juga menjadi gila karena tertekan emosinya, introvert dan akhirnya melarikan diri. Orang di dalam LP belum tentu justru bertambah baik.

Selain itu?

Kita berlakukan juga dalam rangka mengatasi over kapasitas. Over kapasitas di LP ini kan cukup tinggi. Dan ternyata dengan perhitungan yang baru itu kita lebih bisa mengotimalisasikan pemberian PB.

Bagaimana optimalisasi pemberian PB ini?

Kita bisa lebih meningkatkan pemberian PB dengan pemenuhan target.  Tahun 2007 saja target kita 5000, ternyata kita bisa memberi 9000 PB. Tahun 2008 kita target 10 ribu ternyata kita bisa kasih 13 ribu.

Dengan angka sebesar itu, apakah tidak timbul kesan Lapas seolah-olah umbar PB hanya untuk mengatasi over kapasitas?

Itu dasar hukumnya sudah jelas, yaitu bahwa dalam pasal 14 UU Pemasyarakatan diatur jelas bahwa setiap napi berhak mendapat hak, diantaranya yaitu mendapatkan remisi, PB dan sebagainya. Itu ada dasar hukumnya.Kemudian ditunjang dengan KUHP yang isinya napi yang sudah menjalani masa tahanan 2/3 minimal 9 bulan dia berhak mendapat PB. Jangan hitam putih, kita adalah melaksanakan apa yang menjadi hak mereka.

Ada perubahan pola dalam pemberian PB?

Kalau dulu napi yang mencari petugas untuk mendapatkan PB, nah kalau sekarang petugas lah yang harus menginventarisir napi mana saja yang berhak diberikan PB.

Sisi positifnya perhitungan PB yang baru?

Kalau yang dulu kan untuk bebas  bersyarat harus memenuhi 13 syarat, sekarang  tinggal 7 syarat.

Lainnya?

Yang dulu, keterangan tidak tersangkut perkara lain itu harus diminta satu-satu, nah sekarang dikelompokkan, misalnya kita minta secara bersamaan kepada kejaksaan apakah napi ini memiliki perkara lainnya. Nah kalau tidak ada bisa langsung kita proses. Kalau dulu kan harus nunggu satu-satu sehingga lama.

Prosedur pencarian persyaratan kita mudahkan, persyaratan kita ringkas. Perhitungan yang baru ini lebih progresif lebih maju. Lebih cepat masa jatuh temponya.

Target PB pada 2009?

Mungkin kita targetkan 17 ribu.

(sumber : Hukum Kriminalitas “beritabaru.com”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s