Perbincangan 3 Jenderal (Amerika, Palestina dan Indonesia)

Tiga Jenderal Amerika (JA), Palestina(JP) dan
Indonesia(JI) sedang
berbincang-bincang mengenai kehebatan masing-masing
prajuritnya.
(JA):”Paling berani, prajurit Amerika, ofkors…”.
(JP+JI):”Ah, masak? Mana? Buktiin dulu doong!”.
(JA):”Letnaaannnn!!! Ambil ranjau itu, yang warna
merah”.
(PA):”Siaaaaappp Jendral!!”. Tak lama … booommm …
, tangan
sangletnan putus.
(JA):”Tuh , berani kan?”.
(JP):”Tidak, Lebih berani prajurit Palestina!”;
(JI):”Ah masak?”.
(JP):”Sersaaaan!!! Ggigit tuh ranjau, yang ranjaunya
paling gede!”.
(PP):”Siaaaappp Jendral!!”. Tak lama … gaabrrrooommm
… mati,
kepala sang sersan putus!.
(JP):”Anda lihat? Lebih berani kan?”.
(JI):”Ohh No No, Paling berani itu prajurit Indonesia
…”.
(JA+JP):”Ah, yang bener? Buktiin dulu dooonnggg?”.
(JI):”Kopraaal, sini, kamu lihat itu ranjau? Timpuk
aja pake batu!”.
(JA+JP):”Yah, timpuk???”.
(PI):”Nggak mau Pak!”.
(JI):”Timpuuuk!!”.
(PI):”Nggak mau Paaak!”.
(JI):”Timpuuuuuuuuuuk!!”.
(PI):”Nggaaaaaaaaaaaaakk!!”.
(JI):”Tuh, lebih berani kan? ama jendralnya aja
ngelawan!!!”.

Pada suatu pertemuan di Washington seorang pejabat Indonesia bertemu dengan pengusaha raksasa produsen telpon genggam. Cerita punya cerita sang produsen menawarkan produknya, sebuah HandPhone GSM yang bisa digunakan menghubungi kemana saja termasuk ke surga dan neraka.

Pejabat tersebut akhirnya mencoba menghubungi istrinya yang pertama yang telah meninggal akibat stroke setelah salah makanan….termasuk makan uang hasil korupsi sang suami.

Sang pejabat tersebut bertanya pada si Amerika ini, tentang berapa harus membayar untuk pembicaraan 3 menit tadi. Teryata mahal juga, sang pejabat harus membayar US$200. wah mahal juga tapi tak apalah …

Akhirnya Sang Pejabat tertarik membeli HP sejenis dan membawanya pulang ke Indonesia. Sampai di Indonesia dia menghubungi sang istrinya yang sudah meninggal tadi. Setelah berbicara hampir 1 jam dicek bahwa pembicaraan itu hanya menghabiskan US$10. Langsung dia menghubungi Si Amerika tadi: “Hai yang bener aja kemarin di Amerika saya pakai cuma tiga menit harus bayar US$200, mahal bener. Barusan di sini saya coba pakai 1 jam cuma US$10.”

Si Amerika dengan santainya menjawab, “Ya tentu saja…Indonesia khan dekat dengan neraka, tarifnya mungkin lokal”
~!@#$%^&*

Adi yang baru saja mendapatkan warisan dari sang engkong berencana untuk menghabiskan setengah dari uangnya disebuah restoran mewah. Sesampainya Adi disana, ia baru sadar bahwa dompetnya ketinggalan dikampungnya yang berjarak sangat jauh dari restoran tersebut. Namun, sifatnya yang nekat membuatnya tetap masuk ke restoran itu. Begitu Adi duduk, ia langsung disuguhi air putih dan beragam makanan ringan lalu terjadilah percakapan sbb:

Pelayan1: Ini air minum 100% murni, langsung kami ambil dari batuan mineral pegunungan

Pelayan2: Ini dia, Snack terbaik yang kami produksi sendiri dengan tepung yang empuk dan adonannya dipijat selama 5 menit

Adi: Hmm…, Harganya berapa?

Pelayan 1&2: GRATIS! btw, tuan mau pesan apa?

Adi: Hmmm…, itu beneran GRATISkan? Kalo gitu saya pesan yang GRATIS lagi deh, 5 porsi ya GPL

Pelayan 1&2: !@#$%^&*)+=(..,…..!!!

(sumber : Denny Liaw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s