Tanya Jawab Hukum Perkawinan 1

  1. . Apa arti perkawinan?

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (Menurut UU No. 1 Tahun 1974)

  1. 2. Apakah syarat-syarat perkawinan itu?

Syarat-syarat perkawinan :

  1. Harus didasarkan persetujuan kedua calon mempelai;
  2. Jika belum berumur 21 tahun harus mendapat ijin orang tua;
  3. 3. Apa saja yang dapat mencegah atau melarang perkawinan?

Pencegahan perkawinan yang penting antara lain :

  1. Adanya hubungan keluarga dekat, baik hubungan darah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah, juga dalam garis keturunan menyamping dan hubungan semenda;
  2. Hubungan susuan, yakni susuan orang tua, anak susuan dan lain-lain;
  3. Derajat mempelai laki-laki lebih rendah daripada derajat mempelai wanita;
  4. Seorang isteri nikah lagi dalam waktu iddah;
  5. Seorang suami yang sudah beristeri empat nikah lagi dengan isteri kelima;
  6. Seorang isteri yang masih bersuami nikah lagi dengan laki-laki lain;
  7. Nikah mut’ah;
  8. Oleh peraturan agama atau peraturan lain dilarang nikah.
  9. 4. Siapakah yang dapat mengajukan pencegahan perkawinan?

Yang dapat mencegah perkawinan :

  1. Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dan ke bawah
  2. Saudara;
  3. Wali, walinikah;
  4. Pengampu dari salah satu calon mempelai;
  5. Pihak-pihak yang berkepentingan;
  6. Pejabat yang ditunjuk dalam hal terjadi pelanggaran dalam perkawinan.
  7. 5. Apa sebab pembatalan perkawinan ?

Ada 2 (dua) sebab pembatalan perkawinan :

  1. Pelanggaran procedural perkawinan; misalnya: syarat walinikah tidak terpenuhi, tanpa dihadiri saksi-saksi, dan oleh pegawai pencatat nikah yang tidak berwenang.
  2. Pelanggaran materi perkawinan, misalnya : perkawinan dilangsungkan di bawah ancaman, terjadi salah sangka mengenai diri suami atau isteri.
  3. 6. Siapakah yang dapat membatalkan perkawinan?

Yang dapat membatalkan perkawinan adalah :

  1. Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri;
  2. Suami isteri;
  3. Pejabat yang berwenang hanya selama perkawinan belum diputuskan;
  4. Setiap orang yang mempunyai kepentingan hokum secara langsung terhadap perkawinan itu, tetapi hanya setelah perkawinan itu di putus.
  5. 7. Bagaimana perkawinan dianggap sah?

Perkawinan dianggap sah jika diselenggarakan :

  1. Menurut hokum masing-masing agama dan kepercayaan.
  2. Secara tertib menurut hokum syariah bagi yang beragama Islam.
  3. Di catat menurut peraturan perundangan dan dihadiri oleh pegawai pencatat nikah.
  4. 8. Kapan perjanjian perkawinan dapat dilaksanakan?

Calon mempelai dapat menyelenggarakan perjanjian perkawinan pada saat atau sebelum perkawinan dilangsungkan, tapi baru berlaku setelah perkawinan dilangsungkan.

  1. 9. Bagaiman untuk sahnya perjanjian kawin?

Perjanjian kawin harus dibuat :

  1. Atas persetujuan bersama;
  2. Secara tertulis;
  3. Disahkan oleh pegawai pencatat nikah;
  4. Tidak bertentangan dengan hokum, agama, dan kesusilaan.

10. Apa isi perjanjian perkawinan?

Perjanjian perkawinan berisi perolehan harta benda selama perkawinan, jadi berada dilapangan hokum kebendaan dan tidak termasuk talik at talaq.

11. Bagaimana caranya seorang suami akan beristeri lebih dari seorang (poligami)?

Untuk dapat mempunyai lebih dari seorang isteri, harus mempunyai alasan-alasan yang kuat dan diterima oleh hokum. Pertama harus diperoleh ijin dari isteri yang pertama atau isteri-isterinya yang lain dan dikehendaki oleh para pihak. Jika ijin dari isteri yang pertama atau isteri-isterinya yang lain tidak diberikan, maka si suami harus memperoleh ijin pengadilan, dengan jalan mengajukan permohonan disertai alasan-alasan yang kuat. Dalam UU alasan-alasan itu adalah :

  1. Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya;
  2. Isteri mendapat cacat badaniah berpenyakit yang tidak dapat disembuhkan;
  3. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan.

12. Apa syarat jika suami hendak menikah lagi?

Syarat jika suami hendak menikah lagi adalah :

  1. Ada persetujuan dari isteri yang pertama atau isteri-isterinya yang lain;
  2. Adanya kepastian bahwa si suami mampu menjamin keperluan isteri-isteri dan anak-anak mereka.
  3. Adanya jaminan bahwa si suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka.

13. Apakah yang dimaksud perselisihan antara suami isteri ?

Perselisihan antara suami isteri adalah perselisihan yang tidak masuk perkara-perkara tentang nikah, talaq, rujuk, perceraian, ta’liq, maskawin (mahar), hadhanah, warismal, waris-wakaf, hibah, sadaqah dan baitulmal. Contoh : perselisihan mengenai tempat kediamannya tidak kumpul serumah biarpun belum bercerai dan taat tidaknya seorang isteri.

14.  Apa artinya Nusyuz?

Nusyuz adalah tindakan isteri yang dapat dikatakan menentang kehendak suami dengan tidak ada alasan yang dapat diterima menurut hokum syariah, tindakan itu dipandang durhaka. Contoh : isteri meninggalkan rumah bersama tanpa ijin suami.

15.  Apa yang disebut sebagai harta bersama?

Harta bersama adalah harta yang diperoleh selama perkawinan, karena pekerjaan suami atau isteri.

16.  Apa yang disebut harta bawaan?

Harta bawaan adalah harta yang diperoleh suami atau isteri sebelum dilangsungkan perkawinan, karena warisan, hadiah dan lainya.

17.  Bagaimana pengaturan harta bersama jika perkawinan putus?

Jika perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hokum masing-masing adat daerah. Bagi mereka yang tunduk kepada hokum perdata BW, maka harta bersama dibagi separo-separo antara suami dan isteri.

18.  Apa saja yang menjadi alasan putusnya perkawinan?

Beberapa alasan untuk putusnya perkawinan :

  1. Kematian salah satu pihak;
  2. Perceraian;
  3. Keputusan pengadilan.

19.  Bagaimana proses perceraian?

Perkawinan putus karena perceraian hanya dapat dilakukan dengan mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan oleh salah satu pihak, suami atau isteri. Pengadilan akan berusaha mendamaikan, jika perdamaian tidak berhasil pengadilan akan memeriksa apakah cukup alasan bahwa antara suami dan isteri tidak akan hidup bersama dengan rukun.

20.  Apa saja alasan perceraian?

Alasan yang dapat dijadikan dasar perceraian :

  1. Salah satu pihak berbuat zinah, pemabok, pemadat, sehingga sukar disembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan pihak yang lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa ijin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah;
  3. Salah satu pihak mendapat penjara 5 (lima) tahun atau lebih setelah perkawinan berlangsung;
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat;
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan tidak dapat  menjalankan kewajiban masing-masing;
  6. Antara suami isteri terjadi perselisihan dan percekcokan terus menerus dan tidak ada harapan hidup rukun kembali dalam rumah tangga.

21.  Apa yang dimaksud anak sah?

Anak sah adalah anak yang lahir dari atau sebagai akibat perkawinan.

22.   Apa yang dimaksud anak tidak sah?

Anak tidak sah adalah anak yang dilahirkan diluar perkawinan dan sering disebut anak jadah atau anak zinah.

23.  Apakah li’an itu?

Li’an merupakan perselisihan antara suami dan isteri tentang anak yang dikandung  atau dilahirkan oleh si isteri, yang menurut suami bukan anaknya, akan tetapi menurut ibunya anak si suami.

24.  Siapakah yang berwenang mengadili perkara li’an?

Perkara li’an tidak dapat diperiksa oleh Pengadilan Agama, akan tetapi yang berwenang adalah pengadilan negeri. Pengadilan Negeri akan memutus menurut hokum adat atau hokum Negara.

25.  Bagaimana pembuktian asal usul anak?

Pembuktian asal usul anak dapat dilakukan dengan jalan :

  1. Akta perkawinan yang bersifat otentik;
  2. Surat keterangan kenal lahir;
  3. Kesaksian 2 (dua) orang yang sudah dewasa, dilengkapi dengan keterangan dokter, bidan, dukun bayi, dll.

26.  Bagaimana jika anak tidak atau belum mempunyai akta lahir?

Anak tersebut secara pribadi (setelah dewasa) atau melalui walinya dapat memohon kepada pengadilan untuk menetapkan asal usul, dan kemudian mengeluarkan penetapan. Atas dasar penetapan pengadilan tersebut, pegawai pencatat kelahiran mengeluarkan akta kelahiran bagi anak tersebut.

27.  Bagimana perkawinan yang diselenggarakan diluar negeri dianggap sah?

Perkawinan yang diselenggarakan diluar negeri dianggap sah jika :

  1. Dilakukan menurut ketentuan hokum yang berlaku di Negara dimana perkawinan itu dilangsungkan;
  2. Tidak melanggar ketentuan undang-undang perkawinan (bagi WNI).

28.  Apa arti perkawinan campuran?

Perkawinan campuran adalah perkawinan antara 2 (dua) orang yang di Indonesia tunduk pada hokum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.

29.  Apakah arti akta perkawinan?

Akta perkawinan adalah akta yang dibuat oleh pejabat pencatat nikah, yang membuktikan telah terjadi pernikahan.

30.  Kapan perceraian dianggap telah terjadi?

Perceraian dianggap telah terjadi beserta segala akibat hukumnya sejak saat pendaftarannya pada kantor pencatat perceraian, kecuali bagimereka yang beragama Islam terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hokum tetap.

31.  Apakah arti waktu tunggu atau iddah?

Waktu tunggu atau iddah adalah masa menanti yang diwajibkan atas wanita yang diceraikan, baik cerai hidup maupun cerai mati agar diketahui kandungannya berisi atau tidak.

32.  Apa yang dimaksud rujuk?

Rujuk adalah mengembalikan isteri yang telah ditalaq kepada perkawinan yang asal sebelum diceraikan.

33.  Adakan sanksi dari UU perkawinan?

Ada,  dan disebut pelanggaran dengan hukuman kurungan maksiamal 3 (tiga) bulan dan denda Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah).

34.  Apakah yang termasuk perkara mengenai nikah?

Perkara mengenai nikah dapat digolongkan dalam beberapa jenis :

  1. Aqad nikah;
  2. Syarat-syarat walinikah;
  3. Wali hakim;
  4. Surat keputusan Pengadilan Agama sebagai bukti adanya nikah;
  5. Permintaan dinikah.

35.  Apakah arti akad nikah?

Akad nikah adalah perjanjian antara wali dari mempelai wanita dengan mempelai laki-laki dimuka paling sedikit dua orang saksi yang mencukupi syarat menurut syariah.

36.  Terdiri dari apa saja akad nikah itu?

Akad nikah terdiri atas :

  1. Ijab, yakni penyerahan mempelai wanita oleh walinya kepada mempelai laki-laki.
  2. Qabul, yakni penerimaan mempelai wanita oleh mempelai laki-laki.

Ijab itu harus segera dijawab, dengan qabul secara langsung dan tidak ragu-ragu.

37.  Apa arti nikah mut’ah?

Nikah mut’ah adalah nikah yang diberi batas waktu, baik waktu yang telah dtetapkan maupun belum ditetapkan.Perkawinan yang demikian tidak sah sebab melnggar tujuan perkawinan, yakni mendapat keturunan yang sah dengan mendirikan rumah tangga yang tetap damai dan teratur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s